Langsung ke konten utama

KEGIATAN DAKWAH USTADZ ABDUL SHOMAD DITOLAK DI BALI; BUKTI INTOLERANSI MINORITAS TERHADAP ISLAM



Rencana Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad di Bali pada 8 - 10 Desember mendatang mendapat penolakan keras dari Dr Arya Wedakarna. Anggota DPD RI asal Bali itu beralasan, Bali menolak oknum dengan agenda anti Pancasila.

“Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fan page Facebook @dr.aryawedakarna, Jumat (1/12/2017).

Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya. Ia menyertakan screenshoot postingan Instagram @creme_de_violette yang berjudul “Jangan biarkan mereka meracuni Bali 😖 Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua.”

Wedakarna juga menyampaikan terima kasih kepada LSM dan Kelompok Hindu Bali yang sudah bersuara terkait penolakan Ustadz Abdul Somad. “Dan saatnya bersatu amankan Bali,” tandasnya.

Ia juga meminta Polri memeriksa penyelenggara Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad.



“Untuk aparat Polri, mohon diperiksa siapa penyelenggara program ini? Dan apa motif panitia lokal di Bali untuk mengundang atau mau menerima sosok yang tidak disukai oleh umat Hindu sebagai mayoritas? Apa ada skenario adu domba umat? Selain itu dari agenda mereka ada terera ada kegiatan di tempat ibadah di tengah kompleks TNI di Jl Sudirman Denpasar, apakah program ini tidak masuk radar Jajaran TNI baik Kodam atau Korem? Jangan lupa bahwa umat Hindu masih menunggu tindaklanjut kasus pelecehan pecalang oleh M pentolan ormas agama dan kasus penghinaan Hindu oleh ES. Semoga segera diklarifikasi,” pungkasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Berita penolakan ini sedikit membuat luka perasaan umat Islam, karena hingga hari ini, cenderung ada gerakan yang selalu mendiskreditkan umat Islam dalam segala aspek. Kegiatan dakwah dituding anti-Pancasila, menjalankan ibadah dituding intoleran, menjalankan syari'at dituding makar. Sebegitu picik kah pemikiran saudara-saudara non-muslim di Indonesia ini?

Demokrasi di Indonesia semakin hari semakin tidak tentu arah, mereka yang bersikap intoleran justru menjadi simbol toleransi, mereka yang memperjuangkan NKRI justru dituding ingin memcah NKRI. 

Kasus penolakan Ustad Abdul Somad ini pun semakin tidak jelas alasannya, tudingan Ustad Abdul Somad melakukan dakwah dengan motif anti-Pancasila adalah tudingan serius, apalagi tudingan tersebut keluar dari mulut seorang anggota DPD RI yang tentunya sangat mengerti masalah hukum. Tudingan kepada seseorang haruslah dilandasi bukti-bukti yang kuat. Kegiatan anti-Pancasila adalah kegiatan makar, sehingga jika Ustad Abdul Somad melakukan kegiatan makar, sudah seharusnya segera ditindak tegas secara hukum. Dalam hal ini, saudara Arya Wedakarna harus menyampaikan bukti-bukti apa yang dia tudingkan kepada Ustad Abdul Somad, jangan sampai menjadi fitnah. Jika tudingan tersebut tidak didasari bukti yang kuat, sudah seharusnya Arya Wedakarna menerima konsekuensi hukum karena tindakannya masuk dalam kategori pencemaran nama baik.

Semoga pernyataan Arya Wedakarna yang memancing potensi konflik ini bisa segera diklarifikasi oleh yang bersangkutan. Di sisi lain, umat Islam sudah saatnya hari ini merapatkan barisan, satu suara untuk melawan segala bentuk tindakan pendiskreditan maupun intoleransi terhadap Islam.

Robbana afrigh 'alaina shobron wa tsabit aqdhomanaa wanshurna 'alal qoumil kafirin...




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGGAPAN TERHADAP USTAD KHALID BASALAMAH TENTANG KAROMAT SYEIKH ABDUL QODIR JAELANI

Oleh: Uwais al Ikhwani Beberapa waktu lalu penulis menyaksikan sebuah video yang berdurasi sekitar 1 setengah menit yang menampilkan Ustad Khalid Basalamah sedang menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan kepada beliau tentang siapa itu Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS. Dalam video tersebut Ust. Khalid Basamalah menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS., adalah seorang ulama besar yang bermahzab Hanafi. Disampaikan kemudian bahwa Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS. tidaklah seperti apa yang dinisbatkan oleh orang-orang selama ini dimana Syaikh Abdul Qodir Jaelani memiliki karomat atau kemampuan khusus seperti halnya mukjizat yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Untuk lebih jelasnya berikut ini penulis tampilkan video tersebut: Tanpa mengurangi rasa hormat penulis terhadap Ust. Khalid Basalamah dan tanpa adanya tendensi negatif sedikit pun mengingat pesan yang diamanatkan Syeikh Mursyid (guru penulis) dalam tanbih: 1) Jangan menghina ulama sezaman; 2) Jangan memeriksa mur...

Dalil Tahlilan 3,7,25,40,100, & 1000 Hari Yang Wajib Anda Tahu

Hingga saat ini, di Indonesia masih sering kita dengar fitnah yang disampaikan kelompok tertentu terhadap amaliyah yang dijalankan oleh aswaja. Salah satu amalan yang sering difitnah dan dianggap bid'ah adalah tahlil yang dianggap tidak memiliki dalil, bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu. Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana fitnah yang selama ini disebarkan.  ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓﻨﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨ Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.” Berkata Umar: “shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga...

SEJARAH IRAN MENJADI PUSAT SYIAH DUNIA

Sejarah mencatat bahwa  Islam memasuki Iran ketika negara tersebut masih berbentuk Kerajaan Persia sepanjang tahun 637–651 M. Penaklukkan Muslim ini sekaligus menyebabkan berakhirnya Kekaisaran Sasan yang telah berkuasa sejak tahun 224 M. Setelah penaklukan Muslim, terjadi pergerakan penduduk yang lambat namun stabil menuju Islam, meskipun ada perlawanan yang cukup besar, dengan kaum bangsawan dan penduduk kota menjadi yang pertama masuk Islam, dan diikuti oleh kaum tani dan dehqan, atau raja pemilik tanah. Hingga pada akhirnya di abad ke-10, mayoritas penduduk Persia telah memeluk agama Islam. Pada saat itu Islam Sunni mendominasi Iran dari abad ke-7 hingga abad ke-15. Perubahan dari Sunni Menjadi Syiah Sebenarnya kaum Syiah telah ada di Iran sejak masa awal Islam, para penulis empat kitab hadits Syiah adalah orang Iran pada era pra-Safawi dan terdapat satu dinasti Syiah yang tinggal di sebagian Iran pada abad kesepuluh dan abad kesebelas. Meskipun Sunni berhasil mendominasi wil...