Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia mulai bersiap untuk menunaikan ibadah qurban. Namun, memilih hewan qurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Islam telah menetapkan standar yang sangat spesifik agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.
Apakah hewan yang besar pasti sah? Belum tentu. Agar ibadah Anda sempurna, simak tips memilih hewan qurban sesuai syariat berikut ini sebelum Anda pergi ke pedagang ternak.
1. Pastikan Hewan Berasal dari Jenis Bahimatul Al-An’am
Syarat pertama yang mutlak adalah hewan tersebut harus termasuk golongan Bahimatul Al-An’am atau hewan ternak. Dalam konteks di Indonesia, hewan yang sah untuk qurban adalah:
- Unta
- Sapi atau Kerbau
- Kambing atau Domba
Selain hewan di atas, seperti ayam atau bebek, tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban meskipun jumlahnya banyak.
2. Cek Usia Minimal Hewan (Musinnah)
Usia adalah faktor krusial yang sering terabaikan. Pastikan hewan qurban Anda sudah mencapai usia minimal (Musinnah):
- Kambing/Domba: Minimal berumur 1 tahun (masuk tahun ke-2) atau sudah ganti gigi (poel).
- Sapi/Kerbau: Minimal berumur 2 tahun (masuk tahun ke-3).
- Unta: Minimal berumur 5 tahun.
Tips: Anda bisa mengeceknya dengan melihat gigi depan hewan. Jika gigi susu sudah tanggal dan berganti dengan gigi permanen (poel), itu tandanya hewan sudah cukup umur.
3. Kondisi Hewan Harus Sehat dan Tidak Cacat
Rasululloh SAW telah memberikan garis panduan mengenai kondisi fisik hewan yang TIDAK SAH untuk qurban, yaitu:
- Buta salah satu matanya secara jelas.
- Sakit yang tampak jelas gejalanya (lemas, tidak mau makan).
- Pincang yang menghambat gerakannya.
- Sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang.
Pastikan Anda memilih hewan yang lincah, bulunya bersih/mengkilap, dan matanya jernih.
4. Hindari Hewan yang Terjangkit PMK atau Penyakit Kulit
Di era sekarang, penting untuk memastikan hewan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD). Periksa area mulut dan sela-sela kuku. Jika terdapat luka atau lepuhan, sebaiknya pilih hewan lain. Mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari pedagang jika ragu.
5. Berikan yang Terbaik, Bukan yang Termurah
Qurban adalah bentuk pengorbanan kepada Alloh SWT. Sangat dianjurkan untuk memilih hewan yang paling gemuk, paling bagus fisiknya, dan paling mahal sesuai dengan kemampuan finansial kita. Sebagaimana para sahabat Nabi dahulu sangat memperhatikan keindahan dan kesehatan hewan qurban mereka.
6. Pastikan Kepemilikan yang Sah
Hewan qurban haruslah milik sendiri secara sah. Hewan tidak boleh berasal dari:
- Hasil curian atau penipuan.
- Hewan yang masih dalam status sengketa.
- Hewan gadai yang belum lunas (kecuali sudah ada kesepakatan).
7. Perhatikan Lokasi dan Kebersihan Penjual
Tips terakhir dalam memilih hewan qurban adalah melihat kredibilitas penjual. Pilihlah tempat penjualan yang bersih dan memberikan pakan yang layak. Hewan yang stres atau diberi pakan sampah (seperti di tempat pembuangan akhir) tentu kualitas dagingnya kurang baik dan kurang thayib untuk ibadah.
Kesimpulan
Memilih hewan qurban adalah langkah awal dari diterimanya ibadah kita. Dengan memperhatikan syarat sah hewan qurban di atas, Anda tidak hanya menjalankan perintah agama secara formalitas, tapi juga memastikan daging yang dibagikan nantinya berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.
Siap berqurban tahun ini? Pastikan Anda melakukan survei lebih awal agar mendapatkan hewan terbaik dengan harga yang kompetitif!
Komentar
Posting Komentar