Langsung ke konten utama

7 Tips Memilih Hewan Qurban yang Sah Sesuai Syariat Islam (Wajib Tahu!)

hewan yang layak dan sehat untuk ibadah qurban


Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia mulai bersiap untuk menunaikan ibadah qurban. Namun, memilih hewan qurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Islam telah menetapkan standar yang sangat spesifik agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Apakah hewan yang besar pasti sah? Belum tentu. Agar ibadah Anda sempurna, simak tips memilih hewan qurban sesuai syariat berikut ini sebelum Anda pergi ke pedagang ternak.

1. Pastikan Hewan Berasal dari Jenis Bahimatul Al-An’am

Syarat pertama yang mutlak adalah hewan tersebut harus termasuk golongan Bahimatul Al-An’am atau hewan ternak. Dalam konteks di Indonesia, hewan yang sah untuk qurban adalah:

  • Unta
  • Sapi atau Kerbau
  • Kambing atau Domba

Selain hewan di atas, seperti ayam atau bebek, tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban meskipun jumlahnya banyak.

2. Cek Usia Minimal Hewan (Musinnah)

Usia adalah faktor krusial yang sering terabaikan. Pastikan hewan qurban Anda sudah mencapai usia minimal (Musinnah):

  • Kambing/Domba: Minimal berumur 1 tahun (masuk tahun ke-2) atau sudah ganti gigi (poel).
  • Sapi/Kerbau: Minimal berumur 2 tahun (masuk tahun ke-3).
  • Unta: Minimal berumur 5 tahun.

Tips: Anda bisa mengeceknya dengan melihat gigi depan hewan. Jika gigi susu sudah tanggal dan berganti dengan gigi permanen (poel), itu tandanya hewan sudah cukup umur.

3. Kondisi Hewan Harus Sehat dan Tidak Cacat

Rasululloh SAW telah memberikan garis panduan mengenai kondisi fisik hewan yang TIDAK SAH untuk qurban, yaitu:

  • Buta salah satu matanya secara jelas.
  • Sakit yang tampak jelas gejalanya (lemas, tidak mau makan).
  • Pincang yang menghambat gerakannya.
  • Sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang.

Pastikan Anda memilih hewan yang lincah, bulunya bersih/mengkilap, dan matanya jernih.

4. Hindari Hewan yang Terjangkit PMK atau Penyakit Kulit

Di era sekarang, penting untuk memastikan hewan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Lumpy Skin Disease (LSD). Periksa area mulut dan sela-sela kuku. Jika terdapat luka atau lepuhan, sebaiknya pilih hewan lain. Mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari pedagang jika ragu.

5. Berikan yang Terbaik, Bukan yang Termurah

Qurban adalah bentuk pengorbanan kepada Alloh SWT. Sangat dianjurkan untuk memilih hewan yang paling gemuk, paling bagus fisiknya, dan paling mahal sesuai dengan kemampuan finansial kita. Sebagaimana para sahabat Nabi dahulu sangat memperhatikan keindahan dan kesehatan hewan qurban mereka.

6. Pastikan Kepemilikan yang Sah

Hewan qurban haruslah milik sendiri secara sah. Hewan tidak boleh berasal dari:

  • Hasil curian atau penipuan.
  • Hewan yang masih dalam status sengketa.
  • Hewan gadai yang belum lunas (kecuali sudah ada kesepakatan).

7. Perhatikan Lokasi dan Kebersihan Penjual

Tips terakhir dalam memilih hewan qurban adalah melihat kredibilitas penjual. Pilihlah tempat penjualan yang bersih dan memberikan pakan yang layak. Hewan yang stres atau diberi pakan sampah (seperti di tempat pembuangan akhir) tentu kualitas dagingnya kurang baik dan kurang thayib untuk ibadah.

Kesimpulan

Memilih hewan qurban adalah langkah awal dari diterimanya ibadah kita. Dengan memperhatikan syarat sah hewan qurban di atas, Anda tidak hanya menjalankan perintah agama secara formalitas, tapi juga memastikan daging yang dibagikan nantinya berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi masyarakat.

Siap berqurban tahun ini? Pastikan Anda melakukan survei lebih awal agar mendapatkan hewan terbaik dengan harga yang kompetitif!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TANGGAPAN TERHADAP USTAD KHALID BASALAMAH TENTANG KAROMAT SYEIKH ABDUL QODIR JAELANI

Oleh: Uwais al Ikhwani Beberapa waktu lalu penulis menyaksikan sebuah video yang berdurasi sekitar 1 setengah menit yang menampilkan Ustad Khalid Basalamah sedang menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan kepada beliau tentang siapa itu Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS. Dalam video tersebut Ust. Khalid Basamalah menyatakan bahwa Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS., adalah seorang ulama besar yang bermahzab Hanafi. Disampaikan kemudian bahwa Syeikh Abdul Qodir Jaelani QS. tidaklah seperti apa yang dinisbatkan oleh orang-orang selama ini dimana Syaikh Abdul Qodir Jaelani memiliki karomat atau kemampuan khusus seperti halnya mukjizat yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Untuk lebih jelasnya berikut ini penulis tampilkan video tersebut: Tanpa mengurangi rasa hormat penulis terhadap Ust. Khalid Basalamah dan tanpa adanya tendensi negatif sedikit pun mengingat pesan yang diamanatkan Syeikh Mursyid (guru penulis) dalam tanbih: 1) Jangan menghina ulama sezaman; 2) Jangan memeriksa mur...

PERTEMUAN PARA PECINTA KESUCIAN JIWA

Tadi malam, Sayyid Syeikh al-Habib Luthfi bin Ali bi Yahya tiba di Pesantren Peradaban Dunia JAGAT 'ARSY, BSD, Indonesia. Kedatangan beliau untuk bersilaturahim dengan Pangersa Guru Agung Abah Aos dalam rangka tahniah Maulid Abah Aos yang ke-73. Ini pertemuan yang kesekian kalinya Habib Luthfi dengan Pangersa Abah di JAGAT 'ARSY, pertemuan dua Wali Agung yang penuh kehangatan dan keakraban. Perjumpaan ini sudah beberapa kali direncanakan namun baru malam tadi bisa terjadi. Dalam temu kangen para kekasih Alloh ini dimeriahkan hiburan relijius tim kesenian Sinaurasa asuhan Kh Dr Irfan Zidni Wahab. Tampak Habib Luthfi pun turut serta bermain musik. Pada kesempatan silaturahim kali ini juga hadir Syeikh Abdul Aziz Abdin al-Mahdi al-Husaini PhD (Amerika) dan Syeikh Aziz el-Qobaiti Idrisi al-Mahadi al-Hasani (Maroko). Lengkap sudah para duriyyah wa nuriyyah kumpul di Kanzul 'Arsy Wisma 111. Salam Pecinta Kesucian Jiwa.

Dalil Tahlilan 3,7,25,40,100, & 1000 Hari Yang Wajib Anda Tahu

Hingga saat ini, di Indonesia masih sering kita dengar fitnah yang disampaikan kelompok tertentu terhadap amaliyah yang dijalankan oleh aswaja. Salah satu amalan yang sering difitnah dan dianggap bid'ah adalah tahlil yang dianggap tidak memiliki dalil, bahkan dianggap rujukannya dari kitab Agama Hindu. Untuk itu, kali ini saya tunjukkan Dalil-Dalil Tahlilan 3, 7, 25, 40, 100, Setahun & 1000 Hari dari Kitab Ulama Ahlussunnah wal Jamaah, bukan kitab dari agama hindu sebagaimana fitnah yang selama ini disebarkan.  ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻫﺪﻳﺔ ﺇﻟﻰﺍﻟﻤﻮتى ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻤﺮ : ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺪﻓﻨﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻓﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻭﺍﻟﺼﺪﻗﺔ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺴﺎﺑﻊ ﻳﺒﻘﻰ ﺛﻮﺍﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺧﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺇﻟﻰ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣﺎ ﻭﻣﻦ ﺍﻷﺭﺑﻌﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﻣﺎﺋﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﺋﺔ ﺇﻟﻰ ﺳﻨﺔ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻟﻒ عام (الحاوي للفتاوي ,ج:۲,ص: ١٩٨ Rasulullah saw bersabda: “Doa dan shodaqoh itu hadiah kepada mayyit.” Berkata Umar: “shodaqoh setelah kematian maka pahalanya sampai tiga...