Langsung ke konten utama

Postingan

DAMPAK NEGATIF RIBA

Berikut ini diantara dampak negatif riba yang kami sarikan dari   Ar Riba Adlraruhu wa Atsaruhu fii Dlauil Kitabi was Sunnah   karya Dr. Sa’id bin Wahf Al Qahthani. a.  Dampak Negatif Bagi Individu Riba   memberikan dampak negatif bagi akhlak dan jiwa pelakunya. Jika diperhatikan, maka kita akan menemukan bahwa mereka yang berinteraksi dengan riba adalah individu yang secara alami memiliki sifat kikir, dada yang sempit, berhati keras, menyembah harta, tamak akan kemewahan dunia dan sifat-sifat hina lainnya. Riba merupakan akhlaq dan perbuatan musuh Allah, Yahudi. Allah   ta’ala   berfirman: وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya, dan Karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untu...

SEJAHTERA TANPA RIBA

Riba atau dalam bahasa berarti nilai lebih atau tambahan (al-ziyadah) atau secara istilah berarti semua tambahan yang tidak disertai pertukaran kompensasi (Imam Ibnu al-‘arabiy), telah terbukti dalam perjalanan sejarah manusia sebagai salah satu sumber kejatuhan perekonomian manusia, sehingga riba masuk dalam kategori haram. Terkait dengan ini, seluruh ulama telah bersepakat mengenai hukum haramnya riba. Dalam perkembangannya, praktek riba dapat kita temui dalam berbagai bentuk, mulai dari bunga pinjaman uang (pinjaman bank, koperasi, maupun perseorangan), bunga pembayaran pembiayaan kredit (leasing) rumah, kendaraan, dan lain-lain, asuransi, dan berbagai bentuk pengelolaan simpan pinjam di lembaga keuangan modern. Dengan berbagai bentuk dan metode, riba telah masuk dalam aspek kehidupan lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat miskin hingga kaya, hampir seluruhnya bersentuhan dengan riba. Banyaknya masyarakat yang terjebak kepada riba dikarenakan berbagai bentuk riba menawarkan ...

APAKAH JUMLAH AYAT AL QUR'AN SEBANYAK 6.666 AYAT? ; MENJAWAB FITNAH GOLONGAN KAFIR

Ditulis oleh Zaenal Arifin M Ada pandangan umum yang berkembang di masyarakat yang menyebutkan bahwa jumlah keseluruhan ayat Al-Qur’an adalah 6.666 a yat .  Dalam perbincangan di beberapa  mailing list  di internat, muncul pro dan kontra terkait angka ini. Beberapa kalangan mencoba bersikap objektif dengan merujuk riwayat dan beberapa kitab  ulumul-Qur’an  yang membahas  ‘addul ayi  (hitungan ayat), namun beberapa yang lain bersikap emosional dan bahkan menuduh bahwa jumlah hitungan di atas dihasilkan oleh “ulama palsu”. Bahkan yang tidak mau “ambil pusing” mengambil jalan pintas dan ‘prematur’, bahwa yang paling benar adalah 6.236 ayat sesuai dengan jumlah ayat yang dicetak oleh Saudi Arabia (Mushaf Madinah). Akibatnya, diskusi tentang jumlah ayat dalam 30 juz Al-Qur’an menjadi ajang debat kusir yang tidak jelas arahnya. Bagaimana sebenarnya duduk persoalan penghitungan ayat Al-Qur’an dalam prespektif  ulumul-Qur’an ? Manakah yang betul?...

TASAWUF BID’AH?: MENJAWAB TUDUHAN BID’AH TERHADAP TASAWUF DAN THORIQOH (BAGIAN 1)

Sudah sejak lama muncul berbagai fitnah dan serangan kepada tasawuf dan thoriqoh dari mereka yang menganggap tasawuf dan thoriqoh merupakan sebuah kesesatan dan bid’ah. Hal ini dapat dimaklumi, karena mereka yang menganggap tasawuf dan thoriqoh sesat adalah mereka yang melihat dari kulit luarnya saja, tidak pernah sampai atau tahu kepada makna dan hakikat, apalagi merasa. Seluruh argumentasi yang disampaikan terlihat memaksa dan tidak mempertimbangkan kaitan dalil dan hujjah yang digunakan dengan dalil-dalil lainnya yang terkait. Tulisan ini merupakan tanggapan terhadap tulisan Abdullah Taslim Lc., MA. Pada tanggal 28 Oktober 2008 yang diberi judul “Hakikat Tasawuf” dengan keterangan: ringkasan tulisan Syaikh Shalih Al Fauzan dalam kitabnya Haqiqat At Tashawwuf, pembahasan:  Mauqif Ash Shufiyyah Min Al ‘Ibadah wa Ad Din  (hal.17-38) .  Dalam bagian kedua tulisan tersebut disampaikan beberapa kesesatan tasawuf dan thoriqoh yang secara ringkas saya tanggapi seb...