Langsung ke konten utama

Postingan

Syafa'at Rasulullah SAW di Akhirat

Allohumma sholi 'ala nabiyyil hasyimiyi Muhammadin wa ala Alihi wa salimu taslima... Akhirat, kehidupan setelah dunia ini berakhir. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Pada dasarnya, seluruh umat manusia di dunia ini akan kembali ke pangkuan-Nya. Semua manusia akan kembali ke hadapan Allah Subhanahu Wata'ala. Namun, apakah kita akan kembali bertemu dengan orang-orang yang kita cintai kelak di akhirat nantinya? Apakah orang-orang yang kita sayangi, yang kita cintai, akan membantu kita? Tidak Seorang suami akan lari meninggalkan istrinya, istri akan pergi meninggalkan suaminya, pasangan lari dari pasangannya, sahabat lari dari sahabatnya. Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, dan semua manusia, termasuk para Nabi tidak dapat menyelamatkan kita dan memperdulikan kita, kecuali satu manusia. Ketika kita dibangkitkan, maka semua orang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Hal ini karena apa? Karena kita takut akan diri kita sendiri dan sangat mementingkan diri kita...

10 Penemuan Muslim Yang Kita Gunakan Sehari-hari

Oleh: Bagus Setiawan Dawuh Syaikh Muhammad Abdul Gaos Safulloh Maslul QS., mursyid Thoriqoh Qodiriyah Naqshabandiyah (TQN) mahad Suryalaya yang menyatakan bahwa “manaqib ini untuk peradaban dunia”, merupakan sebuah cerminan perjalanan panjang peradaban manusia, dimana Islam yang melingkupi segala bidang kehidupan manusia telah menjadi salah satu sumber dominan pembangunan peradaban dunia. Banyak hal yang kita gunakan hari ini, mulai dari institusi pendidikan hingga benda atau sesuatu yang mungkin kita anggap hal kecil, akan tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan peradaban manusia hari ini, ternyata ditemukan oleh para ilmuwan Muslim. Berikut ini saya sadur secara singkat dari proyek riset “1001 Inventions”, 10 penemuan penting ilmuwan Islam yang telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari: 1.         Kopi Selama lebih dari 1.200 tahun yang lalu, orang-orang yang bekerja keras hingga larut malam, telah berjuang...

KEJAHATAN WAHABI-SALAFI DALAM MENYESATKAN UMMAT

Hei Wahabi! Semua cetakan kitab Diwan Imam Asy-Syafi’ di hal 47 ada bait berbunyi  FAQIIHAN WA SHUUFIYYAN FAKUN LAISA WAAHIDAN artinya Jadilah Ahli Fiqih dan Sufi sekaligus, jgn hanya salah satunya. Tapi dlm cetakan WAHABI, termasuk versi elektronik (e-book) dg alamat  www.almeshkat.net , bait tersebut dibuang karena Wahabi tidak suka dan membid’ahkan Sufi. Dengan berkembangnya tashowuf dan thoriqoh, agenda kelompok Wahabi memecah ummat Islam serta menjerumuskan ummat ke dalam kesesatan menjadi terhambat. Hei Wahabi! Kitab Shahih Bukhari antum palsukan juga!! Imam Ibnu Hajar Al-Asqolani dlm Fathul Bari menjelaskan adanya Pasal Al-Ma’rifah dan Bab Al-Mazholim dalam Shahih Bukhari, tapi dlm Shahih Bukhari cetakan Wahabi saat ini Pasal dan Bab itu hilang!! Antum kemanakan hei Wahabi ??!!. Hei Wahabi! Kitab Shahih Muslim antum palsukan juga!! Hadits Fadhoil Maryam, Asiyah, Khadijah dan Fathimah antum hapus dari Shahih Muslim yg antum cetak, padahal Mustadrak Al-Hakim mencat...

KEGIATAN DAKWAH USTADZ ABDUL SHOMAD DITOLAK DI BALI; BUKTI INTOLERANSI MINORITAS TERHADAP ISLAM

Rencana Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad di Bali pada 8 - 10 Desember mendatang mendapat penolakan keras dari Dr Arya Wedakarna. Anggota DPD RI asal Bali itu beralasan, Bali menolak oknum dengan agenda anti Pancasila. “Siapapun boleh datang ke Bali, Pulau Seribu Pura, bahkan Raja Arab Saudi saja tidak masalah datang ke Bali untuk berlibur asal tanpa agenda politik terselubung. Tapi tentu Bali menolak jika ada oknum siapapun yang datang ke Pulau Dewata dengan agenda anti Pancasila. Ngiring kawal NKRI dan Tolak Agenda Khilafah tersosialisasi di Bali,” kata Wedakarna melalui fan page Facebook  @dr.aryawedakarna , Jumat (1/12/2017). Wedakarna menyebut, penolakan itu merupakan aspirasi masyarakat Bali yang sudah viral di medsos beberapa hari sebelumnya. Ia menyertakan screenshoot postingan Instagram  @creme_de_violette  yang berjudul “Jangan biarkan mereka meracuni Bali 😖 Waspadalah wahai saudara2ku di Bali, jangan sampai Bali menjadi Majapahit kedua.” Wedakarna juga ...

WIKILEAKS 2010: CINA DAN AS MENDORONG SEKULERISASI ISLAM DI INDONESIA

Rentannya ukhuwah islamiyah di Indonesia akhir-akhir ini memperlihatkan sebuah pola yang berjalan secara sistematis dan terukur. Selain masalah kerawanan dalam persatuan umat Islam di Indonesia, kita juga melihat adanya upaya yang sistematis untuk melepaskan ikatan kuat umat dengan para ulama yang selama ini menjadi panutan, contoh bagi umat dalam mengimplementasikan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang mereka terima. Di sisi lain, ‘proyek’ terorisme yang bertujuan mendiskreditkan Islam secara global pun tidak terlihat akan segera berhenti berjalan di Indonesia. Kondisi tersebut membuat kita bertanya, apakah hal ini terjadi secara alamiah sebagai bentuk perkembangan sosial-budaya masyarakat Indonesia, ataukah ini sebuah upaya sistemik yang dilakukan pihak tertentu? Alloh subhanahu wata’ala berfirman: وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ Artinya: “ Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu men...

MEMBANGUN UKHUWAH ISLAMIYAH DI ATAS KEPENTINGAN POLITIK DAN KELOMPOK

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا “Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai.” [Âli Imrân: 103] Petikan firman Alloh subhanahu wata’ala di atas merupakan peringatan sekaligus kabar bagi umat muslim, bahwa sejarah perjalanan Islam akan dipenuhi dengan berbagai momen perpecahan dikalangan umat muslim. Sejarah perpecahan umat muslim bahkan sudah mulai terlihat tidak lama sepeninggal Rasululloh sholallahu ‘alahi wassalam, yaitu memasuki kepemimpinan khulafaurasyidin, yang muncul lebih karena persoalan kekuasaan, yaitu tentang siapa atau dari kelompok-golongan mana yang berhak menjadi pemimpin umat Islam. Perbedaan sendiri dalam Islam bukanlah sebuah hal yang asing, bahkan terbaginya Islam kedalam 72 kelompok/golongan pun telah dikabarkan oleh Rasululloh sholallahu ‘alahi wassalam, akan tetapi hal ini tidaklah menjadi masalah, karena pada prinsipnya Islam memandang perbedaan sebagai sebuah su...